…on my knees”

Johannes Calvin berkata “I am not standing on my feet but I am standing on my knees because I feel secured“. Artinya dalam bahasa umum adalah beliau hendak menyatakan bahwa kekuatan dirinya bukan pada di dirinya sendiri namun karena doa dan itu membuat nya tenang. Ketika saya masih sekolah dan tinggal di rumah orang tua, setiap kali saya hendak ke toilet dan saya sering melihat lampu kamar orang tua saya sudah menyala di waktu pagi hari ketika matahari belum terbit. Saya menyadari bahwa ibu saya berdoa bersama ayah sebelum keluar dari kamar. Suara ibu cukup terdengar dari luar kamar dan waktu berdoa mereka cukup lama dikarenakan mereka mendoakan semua anak-anaknya satu persatu. Kegiatan ini juga masih kerap dilakukan oleh ibu sendiri untuk mendoakan satu persatu pribadi anggota keluarga termasuk semua menantu dan cucu walaupun sang ayah sudah tiada.

Berdoa bukan sekedar untuk meminta berkat / pertolongan daripada Tuhan tapi berdoa juga mengingatkan saya bahwa kita mau rela diri untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan atas hidup kita di dalam segala aspek kehidupan. Berdoa juga mengajarkan kepada kita bahwa kita tetap mempercayai dengan yakin (tanpa keraguan) bahwa Tuhan tetap memberikan yang terbaik sesuai seturut dengan rencanaNya.

Waktu

Ketika anda sebelum lahir, dia sudah ada. Ketika Tuhan sudah menaruhkan Anda ke dalam waktu maka waktu lah sebagai takaran berapa lama Anda hidup. Tidak peduli berapa banyak Anda menangis dan ketawa di dalam setiap peristiwa, dia tetap setia untuk terus berjalan. Setiap kali Anda merayakan ulang tahun maka itu berarti menunjukkan usia Anda telah berkurang satu tahun. Dia juga sebagai teman setia untuk menguji kesetiaan Anda dalam setiap keadaan. Saat ini anda hidup di dalam waktu dan bukan bersama waktu. Anda akan bersama dengan waktu ketika Anda sudah melepaskan tubuh jasmani. Anda dapat bersama dengan si Pencipta waktu.

Tujuan Hidup itu buat apa untuk di dunia ini ?

Mengutip kalimat ringkasan dari buku ” The purpose driven life” oleh Rick Warren mengatakan bahwa “kita hadir di dunia bukan karena sebuah kebetulan. Sebelum alam semesta ini diciptakan, kita ini sudah ada di dalam pikiran TUHAN, dan DIA sudah rencanakan ANDA dalam tujuanNYA. Tujuan-tujuan ini terus hadir melampui daripada hidup Anda di dunia ini. Anda lahir oleh tujuanNYA dan untuk tujuanNYA. Kita sering bertanya kepada diri kita sendiri : Saya mau jadi apa ? Apa yang saya harus lakukan dengan hidup saya ? Apa yang menjadi target saya, ambisi saya, impian saya untuk masa depan ? Fokus kepada diri sendiri tidak akan pernah menampilkan akan tujuan hidup kita apa. Pada Ayub 12:10 mengatakan bahwa “di dalam tanganNYA terletak nyawa segala yang hidup dam nafas setiap manusia”.

Welcome

There are times in life… When the person you will love, For the rest of your life, Walks into your life. Sometimes, just sometimes…

You hurt that person, You push them away. Not meaning to, But you do. Because you do this…
You lose that person, They walk away. At times…
You are afraid, To go on, after this. But what choice do you have? All you can do…
Is hope that one day, If that person really was the one, You will meet again. And if, just by chance…
You get that second chance, Remember the past. Learn from your mistakes, And never let them happen again. And by doing this…
You will find out, That a lifetime of happiness awaits.